Jumat, 19 Juni 2015

Peramalan Penjualan Motor di Januari 2016



PERAMALAN PENJUALAN MOTOR DI JANUARI MENDATANG
BERDASARKAN DATA YANG DIPEROLEH
DARI DATA AISI 2015
Chandrea Rizki Fatualah (1306030)
Jurnal Statistika & Probabilitas

Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jln. Mayor Syamsu No.1 Jayaraga Garut 44151
Indonesia
Email :

ABSTRAK
AbstrakDeret berkala atau runtut waktu adalah serangkaian pengamatan terhadap peristiwa, kejadian atau variable yang diambil dari waktu ke waktu, dicatat secara teliti menurut urutan waktu terjadinya, kemudian disusun sebagai data statistik. Dari suatu deret berkala akan dapat diketahui pola perkembangan suatu peristiwa, kejadian atau variable yang akan terjadi dimasa yang akan datang.
Dari deret berkala tersebut dapat digunakan untuk meramalkan jumlah penjualan motor pada bulan Januari di tahun yang akan datang dengan menggunakan komponen trend linear, trend kuadratis dan trend eksponensial. Berdasarkan hasil pengamatan ketiga trend tersebut, dapat disimpulkan bahwa trend kuadratis adalah trend terbaik untuk meramalkan kejadian dimasa yang akan datang karena error yang dihasilkan lebih sedikit dibandingkan dengan trend yang lainnya yaitu 9.305.767.868,114. Sehingga dapat diperoleh jumlah penjualan motor bulan Januari di tahun 2016 adalah sekitar 3.023.635 unit.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Deret berkala yaitu peramalan yang didasarkan pada data kuantitatif pada masa lalu dimana hasil ramalan yang dibuat tergantung dengan metode yang digunakan. Apabila metode yang digunakan berbeda, maka hasil ramalan akan berbeda pula. Metode yang baik adalah metode yang memberikan nilai perbedaan atau penyimpangan sekecil mungkin antara ramalan dengan data yang sebenarnya.
Oleh sebab itu, penulis tertarik untuk membahas mengenai data jumlah penjualan motor di Indonesia dengan menggunakan metode deret berkala.

1.2  RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang penulis dalam pengamatan tersebut, dapat diambil beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana cara menentukan jumlah penjualan motor dengan menggunakan trend linear ?
2.      Bagaimana cara menentukan jumlah penjualan motor dengan menggunakan trend kuadratis ?
3.      Bagaimana cara menentukan jumlah penjualan motor dengan menggunakan trend eksponensial ?
4.      Bagaimana cara menentukan trend terbaik dalam meramalkan jumlah penjualan motor ?

1.3  MAKSUD DAN TUJUAN
Adapun maksud dan tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui cara menentukan jumlah penjualan motor dengan menggunakan trend linear
2.      Untuk mengetahui cara menentukan jumlah penjualan motor dengan menggunakan trend kuadratik
3.      Untuk mengetahui cara menentukan jumlah penjualan motor dengan menggunakan trend eksponensial
4.      Untuk mengetahui cara menentukan trend terbaik dalam meramalkan jumlah penjualan motor


BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 PENGERTIAN DERET BERKALA
Deret berkala merupakan kumpulan-kumpulan data berdasarkan hasil ramalan yang disusun atas pola hubungan antara variabel yang dicari dengan variabel waktu yang mempengaruhinya. Peramalan masa depan tersebut dilakukan berdasarkan nilai masa lalu dari suatu variabel. Manfaat data berkala adalah mengetahui kondisi masa mendatang. Peramalan kondisi mendatang bermanfaat untuk perencanaan produksi, pemasaran, keuangan dan bidang lainnya. Syarat suatu peramalan kuantitatif harus bisa memenuhi tiga kondisi yaitu tersedia informasi masa lalu, informasi dapat dikuantitatifkan ke dalam bentuk data numerik serta dapat diasumsikan bahwa pola masa lalu akan berlanjut pada masa yang akan datang.
2.2 KOMPONEN – KOMPONEN DERET BERKALA
Pola gerakan runtut waktu atau deret berkala dapat dikelompokan kedalam 4 (empat) pola pokok. Pola ini bisanya disebut sebagai komponen dari deret berkala (runtut waktu). Empat komponen deret berkala itu adalah:
1.    Trend (T)
Trend (atau trend sekuler) adalah gerakan berjangka panjang yang menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan dan penurunan secara keseluruhan.
2.     Seasonal (S)
Komponen seasonal atau musiman juga merupakan fluktuasi periodik, tetapi periode waktunya sangat singkat yaitu satu tahun atau kurang.
3.     Cyclical (C)
Komponen siklikal adalah fluktuasi pada time series yang berulang sepanjang waktu, dengan periode lebih dari satu tahun antara satu puncak (peak) ke puncak berikutnya.
4.    Irregular (I)
Komponen ini memperlihatkan fluktuasi yang random atau “noise” sebagai akibat adanya suatu perubahan yang mendadak. Variasi random ini dapat menyulitkan kita dalam mengidentifikasi efek dari komponen yang lain (trend, siklus, dan musim).

2.3 TREND (T) ATAU TREND SEKULER
Perkembangan suatu kejadian, gejala atau variabel yang mengikuti “gerakan trend sekuler” dapat disajikan dalam bentuk : Persamaan trend, baik persamaan linear maupun persamaan non linear dan gambar/grafik yang dikenal dengan garis/kurva trend, baik garis lurus maupun lengkung.
1.      Trend Linear
Penentuan persamaan dan garis “trend linear” dapat dilakukan dengan metode-metode berikut :
a.       Metoda tangan bebas (freehand method)
b.      Metoda setengah rata-rata (semi average method)
c.       Metoda matematis
d.      Metoda kuadrat terkecil (least square method)
Sering kali data deret waktu jika digambarkan ke dalam plot mendekati garis lurus. Deret waktu seperti inilah yang termasuk dalam trend linier.  Persamaan trend linier adalah sebagai berikut: Y’ = a + bx, dengan ketentuan a, b sebagai berikut :
Keterangan :
Y’ = data berkala / taksiran nilai trend
Y = nilai variabel Y pada suatu waktu  tertentu
a  = perpotongan antara garis trend dengan sumbu  tegak (Y)
b  = kemiringan (slope) garis trend
x  = periode waktu deret berkala
n = banyaknya variabel Y pada suatu waktu  tertentu

1.      Trend Kuadratis
Untuk jangka waktu pendek, kemungkinan trend tidak bersifat linear. Metode kuadratis adalah contoh metode nonlinear.
Persamaan untuk trend kuadratik adalah: Y’ =  a + bx + cx2, dengan ketentuan a, b, c sebagai berikut :
1.      Trend Eksponensial
Untuk mengukur sebuah deret waktu yang mengalami kenaikan atau penurunan yang cepat maka digunakan metode trend eksponensial. Persamaan eksponensial dinyatakan dalam bentuk variabel waktu (X) dinyatakan sebagai pangkat. Untuk mencari nilai a, dan b dari data Y dan X, digunakan rumus sebagai berikut: Y’ = abx
Tetapi dalam melakukan perhitungannya, persamaan di atas dapat diubah dalam bentuk semi log sehingga memudahkan untuk mencari nilai a dan b.
2.4 MENENTUKAN TREND TERBAIK
Untuk membuat suatu keputusan yang akan dilakukan di masa yang akan datang berdasarkan deret waktu diperlukan suatu metode peramalan yang paling baik sehingga memiliki nilai kesalahan yang cenderung kecil. Terdapat beberapa cara untuk menentukan metode peramalan mana yang akan dipilih sebagai metode peramalan yang paling baik. Antara lain mean square error (MSE), mean absolute error (MAE) dan mean absolute percentage error (MAPE). Berikut adalah formula untuk MSE, MAE dan MAPE:
BAB III
KERANGKA KERJA KONSEPTUAL
Adapun kerangka kerja konseptual yang dilakukan untuk pengamatan ini adalah sebagai berikut :
1.      Menentukan topik yang akan dilakukan didalam menentukan peramalan
2.      Mengumpulkan informasi yang dibutuhkan sesuai dengan topik tersebut
3.      Menentukan kapan waktu yang akan diramalkan
4.      Menentukan komponen deret berkala yang digunakan dalam melakukan pengamatan tersebut yaitu dengan menggunakan trend linear, trend kuadratis dan trend eksponensial
5.      Memilih trend terbaik sebagai tolak ukur untuk memperoleh hasil peramalan yang diinginkan dimana trend terbaik adalah trend yang jumlah errornya lebih sedikit dibandingkan dengan trend yang lainnya.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.1  Data Jumlah Penjualan Motor
Cara pengambilan data yang dilakukan untuk menentukan trend linear, trend kuadratis dan trend eksponensial adalah dengan melihat informasi data AISI lewat internet. Adapun data jumlah penjualan motor yang diperoleh dari data AISI adalah sebagai berikut :

4.1 Tabel Data Jumlah Penjualan Motor Januari-Mei Tahun 2015
BULAN
HONDA
YAMAHA
SUZUKI
KAWASAKI
TVS
JUMLAH PENJUALAN
PRESENTASE
JANUARI
340.329
148.566
11.679
11.062
2.180
513816
18%
FEBRUARI
377.476
159.835
13.398
18.515
1.300
570524
19%
MARET
377.105
156.068
11.009
16.162
1.841
562185
19%
APRIL
371.584
148.958
11.754
5.679
769
538744
18%
MEI
452.698
242.530
32.997
15.822
2.128
746175
25%
JUMLAH
1919192
855957
80837
67240
8.218
2931444
100%

Dengan melihat data jumlah penduduk diatas, penulis dapat mengolahnya untuk meramalkan jumlah penjualan motor pada bulan Januari di tahun yang akan datang (2016).

1.2  TREND LINEAR
Dari data jumlah penjualan yang diperoleh, dapat ditentukan jumlah penjualan sebagai nilai variabel Y untuk menentukan deret berkala. Untuk mencari trend linear, penulis melakukan beberapa tahapan berikut :
1.      Menentukan nilai a dan b
Untuk menentukan nilai a dan b, nilai-nilai yang digunakan diperoleh dari tabel berikut :
4.2 Tabel untuk menentukan a dan b linear
BULAN
Y
X
XY
X2
JANUARI
513.816
-2
-1027632
4
FEBRUARI
570.524
-1
-570524
1
MARET
562.185
0
0
0
APRIL
538.744
1
538744
1
MEI
746.175
2
1492350
4
JUMLAH
2931444

432938
10

Dari tabel diatas, dapat digunakan untuk menentukan nilai a dan b dengan persamaan sebagai berikut


Maka trend linear untuk nilai a dan b adalah  a = 586.288,8 dan b = 43.293,8.
1.      Menentukan Y Linear
Dari tabel 4.2 dapat pula digunakan untuk menentukan Y linear. Adapun persamaan Y linear adalah sebagai berikut :
Y Linear    = a + bx
                  = 586.288,8 + 43.293,8 x (-2)
                  = 499.701,2      ( untuk bulan Januari di tahun 2015 )
Sehingga dari persamaan tersebut, dapat diperoleh Y linear pada tabel berikut ini :

4.3 Tabel untuk menentukan Y Linear
BULAN
Y
X
XY
X2
Y Linier
JANUARI
513.816
-2
-1027632
4
499701,2
FEBRUARI
570.524
-1
-570524
1
542995,0
MARET
562.185
0
0
0
586288,8
APRIL
538.744
1
538744
1
629582,6
MEI
746.175
2
1492350
4
672876,4
JUMLAH
2931444

432938
10


2.      Menentukan Error Linear (e linear)
Untuk persamaan error linear adalah sebagai berikut :
E linear      =  ( Y – Y linear) 2
                        = (513.816499701,2) 2
= 199227579,040 (untuk bulan Januari di tahun 2015)
Dari persamaan tersebut, dapat diperoleh hasil e linear pada tabel berikut ini :

4.4 Tabel untuk menentukan e Linear
BULAN
Y
Y Linier
e linier
JANUARI
513.816
499701,2
199227579,040
FEBRUARI
570.524
542995,0
757845841,000
MARET
562.185
586288,8
580993174,440
APRIL
538.744
629582,6
8251651249,960
MEI
746.175
672876,4
5372684761,960
JUMLAH
2931444

15162402606,400

1.1  TREND KUADRATIS
1.      Menentukan nilai a, b dan c
Untuk menentukan nilai a, b dan c, nilai-nilai yang digunakan diperoleh dari tabel berikut :

4.5 Tabel untuk menentukan a, b dan c  kuadratis
BULAN
Y
X
XY
X2
X2Y
x4
JANUARI
513.816
-2
-1027632
4
2055264
16
FEBRUARI
570.524
-1
-570524
1
570524
1
MARET
562.185
0
0
0
0
0
APRIL
538.744
1
538744
1
538744
1
MEI
746.175
2
1492350
4
2984700
16
JUMLAH
2931444

432938
10
6149232
34

Dari tabel diatas, dapat digunakan untuk menentukan nilai a, b dan c dengan persamaan sebagai berikut :


Maka trend linear untuk nilai a, b dan c adalah  a = 545.382,514 , b =  43.293,800 dan c =  20.453,143

1.      Menentukan Y Kuadratis
Dari tabel 4.5 dapat pula digunakan untuk menentukan Y kuadratis. Adapun persamaan Y kuadratis adalah sebagai berikut :
Y’ = a + bx + cx2
      = 545.382,514 + (43.293,800  x -2) + 20.453,143x (-2) 2
      = 458.794,914 + 81.812,572
=  540.607,486   (untuk bulan Januari di tahun 2015)

Sehingga dari persamaan tersebut, dapat diperoleh Y kuadratis pada tabel berikut ini :
1.6  Tabel untuk menentukan Y Kuadratis


BULAN
Y
X
XY
X2
X2Y
x4
y kuadratis
JANUARI
513.816
-2
-1027632
4
2055264
16
540607,486
FEBRUARI
570.524
-1
-570524
1
570524
1
522541,857
MARET
562.185
0
0
0
0
0
545382,514
APRIL
538.744
1
538744
1
538744
1
609129,457
MEI
746.175
2
1492350
4
2984700
16
713782,686
JUMLAH
2931444

432938
10
6149232
34


2.      Menentukan e kuadratis
Untuk persamaan error linear adalah sebagai berikut :
E kuadratis =  ( Y – Y kuadratis) 2
                        = (513.816  540607,486) 2
                        = 717.783.706,779   (untuk bulan Januari di tahun 2015)
Dari persamaan tersebut, dapat diperoleh hasil e kuadratis pada tabel berikut ini :
1.7  Tabel untuk menentukan e Kuadratis

BULAN
Y
y kuadratis
e kuadratis
JANUARI
513.816
540607,486
717783706,779
FEBRUARI
570.524
522541,857
2302286033,163
MARET
562.185
545382,514
282323526,179
APRIL
538.744
609129,457
4954112577,209
MEI
746.175
713782,686
1049262024,784
JUMLAH
2931444

9305767868,114


1.1  TREND EKSPONENSIAL
1.      Menentukan a dan b
Untuk menentukan nilai a dan b, nilai-nilai yang digunakan diperoleh dari tabel berikut :
1.8  Tabel untuk menentukan a dan b eksponensial
BULAN
Y
X
XY
X2
X2Y
x4
log Y
X.log Y
JANUARI
513.816
-2
-1027632
4
2055264
16
5,71
-11,42
FEBRUARI
570.524
-1
-570524
1
570524
1
5,76
-5,76
MARET
562.185
0
0
0
0
0
5,75
0,00
APRIL
538.744
1
538744
1
538744
1
5,73
5,73
MEI
746.175
2
1492350
4
2984700
16
5,87
11,75
JUMLAH
2931444

432938
10
6149232
34
28,82
0,30

Dari tabel diatas, dapat digunakan untuk menentukan nilai a dan b dengan persamaan sebagai berikut :
 












 





1.      Menentukan Y Eksponensial
Dari tabel 4.7 dapat pula digunakan untuk menentukan Y eksponensial. Adapun persamaan Y eksponensial adalah sebagai berikut :
Y’ = abx
= 581.081,150 x 1,071 -2
= 506.292,919  (untuk bulan Januari di tahun 2015)
Sehingga dari persamaan tersebut, dapat diperoleh Y eksponensial pada tabel berikut ini :
1.6  Tabel untuk menentukan Y Eksponensial
BULAN
Y
X
XY
X2
X2Y
x4
log Y
X.log Y
y eksponensial
JANUARI
513.816
-2
-1027632
4
2055264
16
5,71
-11,42
506292,919
FEBRUARI
570.524
-1
-570524
1
570524
1
5,76
-5,76
542399,550
MARET
562.185
0
0
0
0
0
5,75
0,00
581081,150
APRIL
538.744
1
538744
1
538744
1
5,73
5,73
622521,355
MEI
746.175
2
1492350
4
2984700
16
5,87
11,75
666916,897
JUMLAH
2931444

432938
10
6149232
34
28,82
0,30



2.      Menentukan e eksponensial
Untuk persamaan error eksponensial adalah sebagai berikut :
E eksponensial      =  ( Y – Y eksponensial) 2
                                        = (513.816  506.292,919) 2
                                        = 56.596.744,264  (untuk bulan Januari di tahun 2015)
Dari persamaan tersebut, dapat diperoleh hasil e Eksponensial pada tabel berikut ini :
1.7  Tabel untuk menentukan e Eksponensial

BULAN
Y
y eksponensial
e eksp
JANUARI
513.816
506292,919
56596744,264
FEBRUARI
570.524
542399,550
790984693,013
MARET
562.185
581081,150
357064484,553
APRIL
538.744
622521,355
7018645247,034
MEI
746.175
666916,897
6281846825,176
JUMLAH
2931444

14505137994,040


1.1  MEMILIH TREND TERBAIK
Dari hasil pengamatan yang dilakukan, dapat disajikan berupa grafik dari data jumlah penduduk yang sudah ada dengan menggunakan trend linear, trend kuadratis dan trend eksponensial seperti dibawah ini :
 
Berdasarkan  trend linear, trend kuadratis dan trend eksponensial maka dapat diperoleh hasil error dari ketiga trend seperti pada tabel berikut :

4.11 Tabel untuk memilih Trend Terbaik


e linier
e kuadratis
e eksponensial
199227579,040
717783706,779
56596744,264
757845841,000
2302286033,163
790984693,013
580993174,440
282323526,179
357064484,553
8251651249,960
4954112577,209
7018645247,034
5372684761,960
1049262024,784
6281846825,176
15162402606,400
9305767868,114
14505137994,040

Dari tabel diatas, dapat diperoleh jumlah error lebih sedikit terdapat pada e kuadratis dengan jumlah 9.305.767.868,114. Sehingga dapat diputuskan bahwa trend kuadratis adalah sebagai trend terbaik karena jumlah errornya lebih sedikit dibandingkan dengan trend yang lainnya.
Dengan demikian, persentase jumlah penjualan motor bulan Januari di tahun 2016 dapat diramalkan sebagai berikut :

4.11 Tabel untuk peramalan jumlah penduduk Tahun 2025
BULAN
JUMLAH PENJUALAN
JANUARI
513816
FEBRUARI
570524
MARET
562185
APRIL
538744
MEI
746175
JUNI
859342
JULI
1045808
AGUSTUS
1273180
SEPTEMBER
1541458
OKTOBER
1850643
NOVEMBER
2200734
DESEMBER
2591731
JANUARI
3023635
 




Sehingga penjualan motor di Indonesia sangat berkembang dengan pesat. Hal itu dapat dilihat seperti pada grafik berikut ini :



BAB V
PENUTUP
            5.1 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap peramalan persentase jumlah penjualan motor  menggunakan deret berkala dengan menentukan trend linear, trend kuadratis dan trend eksponensial, maka dapat ditarik keseimpulan bahwa trend kuadratis adalah trend terbaik yang dapat digunakan untuk meramalkan jumlah penjualan motor bulan Januari di tahun 2016. Adapun jumlah penjualan motor diperkirakan ada sekitar 3.023.635 unit.

DAFTAR PUSTAKA
http://pujiatiutari19.blogspot.com/2011/05/analisa-deret-berkala-dengan-metode.html http://muchamadansori.blogspot.com/2014/01/analisis-data-berkala.html







Tidak ada komentar:

Posting Komentar